+86-0523-83274900
+86-151 9064 3365
Tindakan pencegahan keselamatan utama saat memasang kopling selang kebakaran termasuk memastikan kopling sesuai dengan spesifikasi selang, memeriksa segel dengan cermat, memastikan kompatibilitas tekanan air, dan mengikuti urutan pengoperasian yang benar. Pemasangan yang benar tidak hanya memastikan pengoperasian sistem proteksi kebakaran yang stabil dalam keadaan darurat tetapi juga memperpanjang masa pakai selang kebakaran dan kopling, mencegah kebocoran atau kecelakaan yang disebabkan oleh pengoperasian yang tidak tepat.
Model selang kebakaran yang berbeda memerlukan spesifikasi kopling yang sesuai. Umumnya, diameter kopling selang pemadam kebakaran yang umum meliputi 65mm, 75mm, dan 100mm. Sebelum pemasangan, selalu periksa apakah antarmuka kopling dan selang benar-benar kompatibel untuk menghindari kebocoran atau pelepasan karena ketidaksesuaian ukuran.
Contoh: Menggunakan 100mm kopling selang kebakaran menyambungkan selang 75 mm dapat menyebabkan sambungan terlepas saat air bertekanan tinggi disemprotkan, sehingga mengakibatkan kecelakaan kebakaran.
Sebelum pemasangan, periksa dengan cermat apakah cincin penyegel, ulir, dan mekanisme penguncian kopling selang kebakaran masih utuh. Jika cincin penyegel sudah tua, retak, atau posisinya tidak tepat, hal ini dapat menyebabkan kebocoran dari air bertekanan tinggi.
Tip Pengoperasian: Uji terlebih dahulu di bawah tekanan rendah untuk memastikan sambungan yang erat antara konektor dan selang sebelum digunakan.
Konektor selang pemadam kebakaran umumnya harus tahan terhadap tekanan air antara 1,0MPa dan 1,6MPa. Selama pemasangan, pastikan tekanan air sistem tidak melebihi batas desain konektor. Tekanan air yang berlebihan dapat menyebabkan konektor pecah, sedangkan tekanan yang tidak mencukupi akan mempengaruhi efektivitas semprotan selang kebakaran.
Studi Kasus: Bor kebakaran menggunakan konektor yang tidak memenuhi persyaratan tekanan air, menyebabkan selang tiba-tiba terlepas saat penyemprotan, sehingga menunda waktu pemadaman kebakaran.
Saat memasang konektor selang pemadam kebakaran, ikuti urutannya: "Bersihkan antarmuka selang → Masukkan konektor → Kencangkan gesper → Periksa segelnya." Hindari memutar atau memukul konektor secara paksa, karena dapat dengan mudah merusak benang atau cincin penyegel.
Tip Praktis: Setelah pemasangan, uji stabilitas konektor dengan tangan sebelum melakukan uji tekanan air untuk memastikan tidak ada kelonggaran atau kebocoran.
Bahkan dengan pemasangan yang benar, sambungan selang kebakaran memerlukan pemeriksaan rutin. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali untuk memastikan sambungan bebas dari retak, korosi, atau kendor. Sambungan yang terkena sinar matahari atau lingkungan kimia dalam waktu lama harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah penuaan material.
Referensi Data: Menurut standar pemeliharaan peralatan kebakaran, inspeksi rutin dapat mengurangi tingkat kegagalan sambungan hingga lebih dari 40%, sehingga meningkatkan efisiensi dan keselamatan pemadaman kebakaran.
Kunci pemasangan sambungan selang kebakaran yang aman terletak pada kesesuaian spesifikasi, pemeriksaan segel, memastikan kesesuaian tekanan air, mengikuti urutan pengoperasian yang benar, dan perawatan rutin. Mematuhi pedoman keselamatan ini tidak hanya memastikan pengoperasian selang kebakaran yang andal dalam keadaan darurat tetapi juga memperpanjang masa pakai peralatan dan menghindari kerugian yang tidak perlu.
S-Storz Fire Elbow Grooved
Tokoh Multi-Multi Grooved
Distributor selang kebakaran multi-fungsional
Mengunci distributor selang api empat arah
Mengunci distributor selang api tiga arah
Mengunci distributor selang api dua arah
Nosel aliran lurus
Machino nozzle yang dapat disesuaikan
Tokoh nozzle yang dapat disesuaikan
Storz Adapter Couplings - Multi -Tooth
Machino Adapter Couplings - Flanged
Storz Adapter Couplings - Flanged